Cara Ampuh Mengatur Keuangan

Mencatat pemasukan dan pengeluaran adalah kewajiban utama dalam mengatur keuangan agar semua pengeluaran bisa terpenuhi dan tabungan bisa mencukupi. Jika ingin punya pemasukan lebih di kemudian hari, cobalah untuk berinvestasi saham. Semua hal tersebut harus kita lakukan sejak dini agar kita menemukan kendala keuangan dikemudian hari.

Berikut adalah beberapa cara yang perlu anda ketahui dalam mengatur keuangan :

Analisis Harian

Mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap hari begitu penting dalam mengevaluasi keuangan. Buatlah catatan dengan rinci, dengan tujuan untuk mencegah sikap terlalu boros. Saat ini banyak aplikasi pencatat keuangan yang bisa di unduh dari ponsel, dengan begitu begitu anda bisa mengeceknya kapan saja anda mau.

Tetapkan Tujuan

Tentukan tujuan dari keuangan anda. Misalnya, ada kebutuhan untuk membeli gadget atau digunakan untuk biaya persiapan menikah. Keinginan tersebut bisa memacu anda untuk menabung dan berinvestasi. Rencanakan hal tersebut sedini mungkin agar tujuan dari keuangan itu jelas.

Menabung di awal gajian

Waktu yang tepat untuk menabung dan dan berinvestasi adalah pada saat awal anda menerima gaji. Sisihkanlah sekurang – kurangnya 20% dari gaji anda untuk menabung dan 20% untuk berinvestasi. Jenis investasi bisa anda tentukan sendiri, jika ingin investasi dalam jangka panjang atau dalam kurun waktu lebih dari 5 tahun cobalah untuk berinvestasi di saham. Saat ini sudah ada produk yang menggabungkan antara menabung dan berinvestasi saham, coba cari tau dan pelajari lebih lanjut agar anda bisa mencapai tujuan anda dengan baik.

Evaluasi tahunan

Tidak ada salahnya untuk melihat secara keseluruhan kebiasaan finansial yang telah dilakukan dalam janga waktu satu tahun. Hal ini lebih baik dilakukan pada awal atau akhir tahun. Kemudian buatlah perbandingan dengan rincian keuangan tahun lalu, untuk bisa mengetahui apakah andan jadi lebih boros atau lebih irit dan menyadari apa penyebabnya

Kurangi pemakaian kartu kredit

Gunakanlah dengan bijak pemakaian kartu kredit hanya untuk keperluan tertentu saja. Semisal ada rencana untuk berlibur, kartu kredit bisa digunakan untuk pemesanan tiket pesawat hingga hotel yang memberikan promo. Biasakan juga bayar sebelum batas waktu pembayaran agar tidak terkena bunga

Disiplin

Hindari pengeluaran yang tidak terlalu penting hanya karena barang tersebut sedang dalam program diskon. Anda harus disiplin dalam hal ini, dengan menerapkan proses keuanganyang baik akan semakin penting juga untuk dana cadangan pada saat pensiun

10 Tips investasi bagi pemula

Mandiri Sekuritas – Investasi sebaiknya dimulai sedini mungkin dan ditempatkan pada instrumen yang beragam

Banyak orang yang ingin menjadi sejahtera dalam hidupnya di masa mendatang, jika Anda merupakan salah satunya, tentu investasi adalah jawabannya. Namun, bagaimana cara memulai investasi dan apa saja yang harus diperhatikan dalam berinvestasi, berikut adalah 10 tips memulai investasi bagi pemula:

1. Mulailah sedini mungkin, faktor waktu memegang peranan sangat penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia anda berinvestasi, semakin baik hasil yang akan didapat nanti.

2. Tentukan tujuan investasi secara spesifik (rencana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata, percepatan pelunasan KPR/KPA dan lainnya) sebelum memulai berinvestasi. Konsultasikan rencana-rencana ini dengan penasehat keuangan Anda

3. Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

4. Alokasikan dana untuk investasi secara konsisten, idealnya 10 persen hingga 30 persen dari pendapatan bulanan.

5. Jika Anda pemula, mulailah berinvestasi dengan cara tidak langsung sebelum berinvestasi langsung. Cara ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham), kemudian beranjak ke investasi langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham), hingga memulai bisnis riil sendiri atau bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan Anda.

6. Pelajari secara seksama berbagai alternatif investasi beserta aspeknya, seperti tingkat risiko dan imbal hasilnya secara historis. Jangan lupa dengan ekspektasi para ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan yang dipadupadankan dengan ekspektasi Anda sendiri.

7. Jika melirik investasi aset finansial, pilihlah perusahaaan investasi yang memiliki Badan Pengawas, jika Lembaga Perbankan memiliki ijin dari Bank Indonesia sedangkan Lembaga Non-Bank memiliki ijin dari Bapepam-LK.

8. Jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang. Buatlah portofolio investasi sendiri yang sesuai dengan risk profile Anda.

9. Jangan pernah lupa, Potensi Keuntungan harus sejalan dengan Potensi Risiko. Jadi berhati-hatilah jika ada penawaran investasi yang memberi keuntungan tinggi tanpa risiko.

10. Lakukan pengawasan secara periodik setiap tahun untuk memantau kinerja investasi Anda. Jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan dengan penasehat keuangan Anda.

OJK bekukan izin usaha 5 multifinance

Merdeka.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan izin usaha atau Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) terhadap 5 perusahaan pembiayaan (multifinance). Dari total 191 perusahaan pembiayaan, 5 di antaranya dalam kondisi tidak sehat.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin mengatakan kelima perusahaan tersebut adalah PT Asia Multi Dana, PT Kapitaling Finance, PT PAN Pembiayaan Maritim, PT Kembang 88 dan SNP Sun Prima Nusantara Pembiayaan. (more…)

Prospek Bisnis di Tahun Politik

Pemilu secara serentak memang baru akan digelar pada April 2019. Namun, suhu politik sudah mulai memanas pasca bergulirnya Perpu Ormas dan Paket UU Pemilu. Selain itu, pilkada serentak juga turut mengawali panasnya pesta rakyat tahun depan. Ada 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten yang akan terlibat dalam kegiatan pilkada serentak pada 27 Juni 2018. Perbedaan dengan pilkada tahun 2015, pilkada serentak tahun 2019 ini akan diikuti oleh beberapa provinsi yang memiliki PDRB cukup besar, yakni: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Tantangan dan peluang dari penyelenggaraan pilkada serentak dan pemilu ini akan berdampak pada kondisi ekonomi dalam dua tahun ke depan. Kampanye pemilihan presiden juga sudah mulai digelar pada bulan Oktober 2018 nanti. Perubahan pola bisnis pelaku usaha yang cenderung mengikuti kondisi politik suatu negara akan menjadi tantangan sendiri. Sementara dari sisi peluang diantaranya adanya peningkatan belanja masyarakat menjelang puncak perhelatan pesta rakyat ini. (more…)